Sabtu, 02 Februari 2013

Tujuan Pendidikan Islam


                                                                           BAB 1
                                                                  PENDAHULUAN



A. Latar Belakang
       
      Suatu usaha yang tidak mempunyai tujuan tidak akan mempunayi arti apa-apa. Ibarat seseorang yang berpergian tak tentu arah maka hasilnya pu tak  lebih dari pengalaman selama perjalanan.
    Pendidikan merupakan uasaha yang dilakukan secara sadar dan jelas memiliki tujuan. Sehingga diharapkan dalam penerapanya ia tak kehilangan arah dan pijakan . Tujuan pendidikan merupakan masalah sentral dalam pendidikan. Sebab, tanpa perumusan yang jelas tentang tujuan pendidikan, perbuatan menjadi acak-acakan, tanpa arah, bahkan biasa sesat atau salah langkah, oleh karena itu perumusan tujuan dengan jelas, menjadi inti dari seluruh pemikiran pedagogis dan perenungan filosofis
Dikatakan lebih lanjut bahwa tujuan pendidikan itu penting, disebabkan karena secara implisit dan eksplisit didalamnya terkandung hal-hal yang sangat asasi, Yaitu pandangan hidup dan filsafat hidup pendidikan, Lembaga penyelenggaraan pendidikan, dan Negara, dimana pendidikan itu dilaksanakan.



                                                                         BAB II
                                                                 PEMBAHASAN

A. Pengertian Tujuan Pendidikan Islam
       
      Secara etimologi, tujuan adalah’arah, maksud atau haluan.[1] Dalam bahasa arab “ tujuan” diistilahkan dengan ‘ ghayat, ahdaf, atau maqashid. Sementara  dalam bahasa inggris di           istilahkan dengan“goal,purpose,objectives atau aim”.
        Secara termonologi, Menurut Zakiah Daradjat Tujuan ialah suatu yang diharapkan tercapai setelah sesuatu usaha atau kegiatan selesai[2]. Tujuan pendidikan bukanlah suatu benda yang berbentuk tetap dan statis, tetapi ia merupakan suatu keseluruhan dari kepribadian seseorang, berkenaan dengan seluruh aspek kehidupannya, yaitu kepribadian seseorang yang membuatnya menjadi "insan kamil" dengan pola taqwa. Insan kamil artinya manusia utuh rohani dan jasmani, dapat hidup berkembang secara wajar dan normal karena taqwanya kepada Allah SWT
       Menurut H.M.Arifin tujuan pendidikan islam adalah idealitas (cita-cita) yang mengandung nilai-nilai islam yang hendak dicapai dalam proses kependidikan yang berdasarkanajaran Islam secara bertahap.[3]
       Tujuan merupakan standar usaha yang dapat ditentukan,serta mengarahkan usaha yang akan dilalui dan merupakan titik pangkal untuk mencapai tujuan-tujuan lain. Disamping itu, tujuan dapat membatasi ruang gerak usaha, agar kegiatan dapat terfokus pada apa yang dicita-citakan, dan yang terpenting lagi adalah dapat memberi penilaian atau evaluasi pada usaha-usaha pendidikan.[4]    
       Tujuan pendidikan Islam adalah "suatu istilah untuk mencari fadilah, kurikulum pendidikan islam berintikan akhlak yang mulia dan mendidik jiwa manusia berkelakuan dalam hidupnya sesuai dengan sifat-sifat kemanusiaan yakni kedudukan yang mulia yang diberikan Allah Smelebihi makhluk-makhluk lain dan dia diangkat sebagai khalifah.

B. Tujuan Pendidikan Islam
       Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mencapai suatu tujuan, tujuan pendidikan akan menentukan kearah mana peserta didik akan dibawa. Tujuan pendidikan Islam secara umum adalah untuk mencapai tujuan hidup muslim, yakni menumbuhkan kesadaran manusia sebagai makhluk Allah SWT agar mereka tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berakhlak mulia dan beribadah kepada-Nya.
       Secara umum, tujuan pendidikan islam terbagi kepada: tujuan umum, tujuan sementara, tujuan akhir dan tujuan operasional. Tujuan umum adalah tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan baik dengan pengajaran atau dengan cara lain. Tujuan sementara adalah tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam sebuah kurikulum. Tujuan akhir adalah tujuan yang dikehendaki agar peserta didik menjadi manusia sempurna setelah ia menghabisi sisa umurnya. Sementara tujuan operasional adalah tujuan praktis yang akan dicapai dengan sejumlah kegiatan pendidikan tertentu.                 
            Hasan Langgulung memberikan uraian tentang tujuan pendidikan Islam yang dibagi menjadi tujuan akhir, tujuan umum dan tujuan khusus.
A.  Tujuan Akhir Pendidikan Islam
            Dalam proses kependidikan tujuan akhir merupakan tujuan yang tertinggi yang akan dicapai pendidikan Islam, tujuan terakhirnya merupakan kristalisasi nilai-nilai idealitas Islam yang diwujudkan dalam pribadi anak didik. Maka tujuan akhir itu harus meliputi semua aspek pola kepribadian yang ideal.
            Dalam konsep Islam pendidikan itu berlangsung sepanjang kehidupan manusia, dengan demikian tujuan akhir pendidikan Islam pada dasarnya sejajar dengan tujuan hidup manusia dan peranannya sabagai makhluk ciptaan Allah dan sebagi kholifah di bumi.
Sebagaimana diungkapkan Hasan Langgulung bahwa “segala usaha untuk menjadikan manusia menjadi ‘abid inilah tujuan tertinggi pendidikan dalam Islam”.[5]   
 Sebagaimana firman Allah SWT :
وما خلقت الجنّ والإ نس الاّ ليعبدون.
Artinya : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”.(Q.S.Adz-Dzariyat :56)[6]
Menjadi ‘abid merupakan perwujudan dari kepribadian muslim, sehingga apabila manusia telah bersikap menghambakan diri sepenuhnya kepada Allah berarti ia telah berada di dalam dimensi kehidupan yang mensejahterakan hidup di dunia dan membahagiakan di akhirat, inilah tujuan pendidikan Islam yang tertinggi.
B. Tujuan Umum Pendidikan Islam
            Yang dimaksud dengan tujuan umum pendidikan Islam menurut Hasan Langgulung adalah perubahan-perubahan yang dikehendaki serta diusahakan oleh pendidikan untuk mencapainya, yang bersifat lebih dekat dengan tujuan tertinggi tetapi kurang khusus jika dibandingkan dengan tujuan khusus[7]
Dalam memberikan rumusan tujuan umum pendidikan Islam ini, Hasan Langgulung tidak mengungkapkan pendapatnya sendiri mengenai hal ini namun beliau mengutip beberapa pendapat dari tokoh-tokoh pendidikan Islam seperti Al-Abrasyi, An-Nahlawi, Al- Jawali, rumusan ini sebagaimana dituliskan dalam bukunya Hasan Langgulung “Manusia dan Pendidikan” sebagai berikut :
Al-Abrasyi dalam kajiannya tentang pendidikan Islam telah menyimpulkan lima tujuan umum bagi pendidikan Islam, yaitu :
1.     Untuk mengadakan pembentukan akhlak yang mulia.
2.     Persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat.
3.     Persiapan untuk mencari rezeki dan pemeliharaan segi manfaat.
4.     Menumbuhkan semangat ilmiah pada pelajar dan memuaskan keingin tahuan (curiosity) dan memungkinkan ia menggali ilmu demi ilmu itu sendiri.
5.     Menyiapkan pelajar dari segi profesional, tekhnikal dan pertukangan supaya dapat menguasai profesi tertentu, dan ketrampilan pekerjaan tertentu agar ia dapat mencari rezeki dalam hidup di samping memelihara segi kerokhanian dan keagamaan.[8]
Nahlawi menujukkan empat tujuan umum pendidikan Islam, yaitu :
1.     Pendidikan akal dan persiapan fikiran.
2.     Menumbuhkan potensi-potensi dan bakat-bakat asal pada anak-anak.
3.     Menaruh perhatian pada kekuatan dan potensi generasi muda dan mendidik mereka sebaik-baiknya, baik laki-laki maupun perempuan.
4.     Berusaha untuk menyeimbangkan segala potensi dan bakat-bakat manusia.
Al-Jamali menyebutkan tujuan-tujuan pendidikan yang diambilnya dari Al-Qur’an sebagai berikut :
1.     Mengenalkan menusia akan perananya diantara sesama  manusia dan   tanggung jawab pribadinya di dalam hidup ini.
2.     Mengenalkan manusia akan interaksi sosial dan tanggung jawabnya     dalam tata kehidupan.
3.     Mengenalkan manusia akan alam ini mengajak mereka memahami hikmah diciptakannya serta memberikan kemungkinan kepada mereka untuk dapat mengambil manfaat dari alam tersebut.                                                                                                                                                                                         
4.     Mengenalkan manusia akan terciptanya alam ini (Allah) dan memerintahkan beribadah kepada-Nya.[9]
            Empat tujuan tersebut saling terkait, tetapi tiga tujuan pertama merupakan jalan ke arah tujuan yang terakhir yaitu mengenal Allah dan bertaqwa kepada Allah.
Dari Uraian tersebut dapat diambil suatu pemahaman bahwa Hasan Langgulung sependapat dengan pemikiran para tokoh yang diajukannya tersebut mengenai rumusan tujuan umum pendidikan Islam. Dan pada dasarnya dari uraian para tokoh tersebut dapat diambil suatu gambaran umum tentang tujuan ini yaitu :
1.     Pembentukan akhlak yang mulia.
2.     Untuk persiapan kehidupan dunia dan akhirat.
3.     Untuk menumbuhkan dan menyiapkan potensi-potensi insani.
4.     Untuk mempersiapkan peserta didik dalam bidang profesional dan ketrampilan.
5.     Memperkenalkan manusia akan posisinya, dan hubungan sosialnya, serta dengan alamnya.
6.     Mengenalkan manusia akan keberadaan Allah.
C.      Tujuan Khusus Pendidikan Islam
            Tujuan khusus pendidikan Islam menurut Hasan Langgulung adalah “perubahan-perubahan yang diingini dan merupakan bagian yang termasuk di bawah tiap tujuan umum pendidikan Islam”.[10]
            Menurut beliau tujuan khusus pendidikan Islam ini tergantung pada institusi pendidikan tertentu, pada tahap pendidikan tertentu, pada jenis pendidikan tertentu, serta tergantung pada masa dan umur tertentu. Bila tujuan akhir pendidikan Islam adalah bersifat mutlak dan tidak bisa berubah, maka dalam tujuan khusus pendidikan Islam masih dapat berubah.
            Meskipun tujuan pendidikan ini tidak bersifat mutlak dan masih dapat berubah, akan tetapi dalam pelaksanaannya tetap berpegang pada tujuan akhir dan tujuan umum pendidikan Islam. Dengan kata lain gabungan dari pengetahuan, ketrampilan, pola-pola tingkah laku, sikap, nilai-nilai dan kebiasaan yang terkandung dalam tujuan akhir dan tujuan umum pendidikan Islam, tanpa terlaksananya tujuan khusus ini, maka tujuan akhir dan tujuan umum juga tidak akan terlaksana dengan sempurna.
·         Menurut Abdurrahman Saleh Abdullah mengatakan dalam bukunya:” Educational Theory a quran qutlook”, bahwa pendidikan islam bertujuan untuk membentuk kepribadian sebagai khalifah Allah swt. Atau sekurang-kurangnya mempersiapkan kejaln yang mengacu kepada tujuan akhir. Tujuan utama khalifah Allah adalah beriman kepada Allah dan tunduk serta patuh secara total kepada-Nya. Tujuan pendidikan islam menurut Abdurrahman Saleh Abdullah dibangun atas tiga komponen sifat dasar manusia yaitu : tubuh, ruh dan akal. Yang masing-masing harus dijaga[11]
·         menurut M. Djunaidi Dhany, sebagaimana dikutip oleh Zainudin dkk.,adalah sebagai berikut:
a.   pembinaan anak didik yang sempurna.      
1.  pendidikan harus mampu membentuk kekuatan dan kesehatan badan            serta pikiran  anak didik.
2. sebagai anak individu, maka anak harus dapat mengembangkan          kemampuanya semaksimal mungkin.
3.  angota maysarakat, anak harus dapat memiliki tanggung jawab          sebagai warga negara.
4.  sebagi pekerja, anak harus bersifat efektif dan produktif erta cinta     akan kerja.
b.  peningkatan moral, tingkah laku yang baik dan menanamkan rasa      kepercayaan anak terhadap agama dan kepada Tuhan.
c.  mengembangkan intelegensi anak secara efektif agar mereka siap       untuk mewujudkan kebahagiaanya dimasa mendatang.[12]
·         menurut Omar Mohamad Al- Toumy al- Syaibany, tujuan pendidikan mempunyai tahapan-tahapan sebagai berikut:
a. tujuan individual
       tujuan ini berkaitan dengan masing-masing individu dalam mewujudkan perubahan yang diinginkan pada tingkah laku dan aktivitasnya, disamping untuk mempersiapkan mereka dapat hidup bahagia baik di dunia maupun di akhirat.
b. tujuan Sosial
        tujuan ini berkaitasn dengan kehidupan masyarakat sebagai keseluruhan dan tingkah laku mereka secara umum, di samping juga berkaitan dengan perubahan dan pertumbuhan kehidupan yang diinginkan serta memperkaya pengalaman dan kemajuan.
c. tujuan profesional
       tujuan ini berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran sebagai sebuah ilmu, sebgai seni, dan sebagi profesi serta sebagai satu aktivitas diantara aktivitas masyarakat.[13]
·         Al Buthi, beliau menyebutkan tujuh macam tujuan umum pendidikan sebagaimanaberikut: :
1) Mencapai keridlaan Allah, menjauhi murka dan siksa-Nya dan            melaksanakan pengabdian yang tulus ikhlas kepada-Nya. Tujuan ini        dianggap induk dari segala tujuan pendidikan Islam.
2)  Mengangkat taraf akhlak dalam masyarakat berdasar pada agama      yang diturunkan untuk membimbing masyarakat ke arah yang    diridhaioleh-Nya.
3)  Memupuk rasa cinta terhadap tanah air pada diri manusia berdasar    pada agama     yang diturunkan untuk membimbing masyarakat    kearah  yang    diridhaioleh-Nya
4)  Memupuk rasa cinta terhadap tanah air pada diri manusia berdasar    pada agama dan ajaran-ajaran yang dibawanya, begitu juga mengajar   manusia kepada nilai-  nilai     dan akhlak yang mulia.
5)  Mewujudkan ketentraman dalam jiwa dan akidah yang dalam,          penyerahan dan kepatuhan yang ikhlas pada Allah.
6)   Memelihara bahasa dan kesusastraan Arab sebagai Bahasa Al Quran,           dan sebagai wadah kebudayaan dan unsur-unsur kebudayaan Islam            yang paling menonjol, menyebarkan kesadaran Islam yang   sebenarnya dan menunjukkan hakikat agama atas kebersihan dan       kecemerlangannya.
7)  Meneguhkan perpaduan tanah air dan menyatukan barisan melalui     usaha menghilangkan perselisihan, bergabung dan kerja sama dalam   rangka prinsip-prinsip dan kepercayaan Islam yang terkandung        dalam  Al-Quran         dan      As-Sunnah.

·         Achmadi membagi tujuan pendidikan Islam menjadi tiga yaitu tujuan tertinggi, tujuan umum dan tujuan khusus. Adapun perinciannya sebagai berikut :
a.   Tujuan tertinggi atau tujuan terakhir pendidikan Islam ini pada          akhirnya sesuai dengan tujuan hidup manusia dan perananya      sebagai ciptaan Allah, yaitu :
1.     Menjadi hamba Allah yang paling takwa.
2.     Mengantar subyek didik menjadi khalifatul fil ard.
3.    Untuk memperoleh kesejahteraan, kebahagiaan hidup di dunia         sampai akhirat, baik individu maupun masyarakat.
 b.  Tujuan umum pendidikan Islam berfungsi sebagai arah, taraf             pencapaiannya dapat diukur karena menyangkut perubahan sikap,        perilaku dan kepribadian subyek didik. Adapun tujuan umum          pendidikan Islam yang dimaksud adalah berupa tercapainya   kepribadian muslim yang utuh yaitu terpadunya pikir, zikir   dan amal            pada pribadi seseorang
Hal ini menurut Achmadi merupakan kunci utama untuk sampai pada tujuan tertinggi yaitu ma’arifatullah dan ta’abbudilallah.
c.   Tujuan Khusus pendidikan Islam, bersifat relatif sehingga     dimungkinkan untuk   diadakan perubahan dimana perlu sesuai            dengan tuntutan dan kebutuhan, selama        tetap berpijak pada      kerangka tujuan tertinggi dan tujuan utama. Pengkhususan            tujuan tersebut dapat didasarkan pada:
1.    Kultur dan cita-cita satu bangsa di mana pendidikan itu        diselenggarakan.
2.     Minat, bakat dan kesanggupan subyek didik.           
3.     Tuntutan situasi, kondisi pada kurun waktu tertentu[14]

C. Ciri-Ciri Tujuan Pendidikan Islam

Tujuan Pendidikan Islam Memiliki Ciri-Ciri Sebagai Berikut:
1.      Mengarahkan manusia agar menjadi khalifah Tuhan dimuka bumi dengan sebaik-baiknya, yaitu melaksanakan tugas-tugas memakmurkan dan mengolah bumi sesuai dengan kehendak Tuhan.
2.      Mengarahkan manusia agar seluruh pelaksanaan tugas kekhalifahannya dimuka bumi dilaksanakan dalam rangka beribadah kepada Allah, sehingga tugas tersebut terasa ringan dilaksanakan.
3.      Mengarahkan manusia agar berakhlak mulia, sehingga tidak menyalahgunakan fungsi kekhalifahannya.
4.      Membina dan mengarahkan potensi akal, jiwa dan jasmaninya, sehingga ia memiliki ilmu, akhlak dan keterampilan yang semua ini dapat digunakan guna mendukung tugas pengabdian dan kekhalifahannya.
5.      Mengarahkan manusia agar dapat mencapai kebahagiaan hidup didunia dan diakhirat.
6.      Tujuan pendidikan Islam adalah membina dan memupuk akhlakul karimah. sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam:

عن ابي هر يرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : اِنَّمَا بُعِثْتُ لِاُ تَمِمَ مَكَا رِ مَ الْاَخْلاَقْ

Artinya:”Dari Abu Hurairah Radliyallahu 'Anhu (semoga Allah meridlainya) ia berkata, bahwa Rasulallah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah bersabda: "Sesungguhnya aku diutus (oleh Allah) untuk menyempurnakan akhlak (manusia)”.

D. Prinsip-Prinsip Dalam Formulasi Tujuan Pendidikan Islam

Tujuan pendidikan islam mempunyai prinsip-prinsip tertentu guna menghantar tercapainya tujuan pendidikan. Prinsip itu adalah:[15]
1.      Prinsip universal (syumuliyah). Prinsip yang memandang keseluruh aspek agama ( aqidah, ibadah dan ahklak, serta muamalah), manusia ( jasmani, rohani, dan nafsani), masyarakat dan tatanan kehidupannya, serta adanya wujud jagat raya dan hidup.
2.      Prinsip keseimbangan dan kesederhanaan (tawazun qaiatishadiyah) prinsip ini adalah keseimbangan antara berbagai aspek kehidupan pada pribadi, berbagai kebutuhan individu serta tuntunan pemeliharaan kebudayaan, social, ekonomi, dan politik untuk menyelesaikan semua masalah dalam menghadapi tuntutan masa depan.
3.      Prinsip kejelasan (tabayun) prinsip yang didalamnya terdapat ajaran dan hokum yang member kejelasan terhadap kejiwaan manusia.
4.      Prinsip tak bertentangan. Prinsip yang didalamnya terdapat ketiadaan pertentangan berbagai unsure dan cara pelaksanaannya sehingga antara satu komponen dengan komponen yang lain saling mendukung.
5.      Prinsip realisme dan dapat dilaksanakan.
6.      Prinsip perubahan yang di ingini.
7.      Prinsip menjaga perbedaan-perbedaan individu.
8.      Prinsip dinamis dalam menerima perubahan dan perkembangan yang terjadi pelaku pendidikan serta lingkungan dimana pendidikan itu dilaksanakan.

E. Formulasi Tujuan Pendidikan Islam

Upaya dalam mencapai tujuan pendidikan harus dilaksanankan dengan semaksimal mungkin, walaupun pada kenyataannya manusia tidak mungkin menemukan kesempurnaan dalam berbagai hal.
Abd al-rahman shaleh abd allah dalam bukunya,Educational Theory a quran Outlook,[16] menyatakan tujuan pendidikan islam dapat diklarisifikasikan menjadi empat dimensi, yaitu:
1.      Tujuan pendidikan jasmani
Mempersiapkan diri manusia sebagai pengemban tugas kholifah dibumi, melalui ketrampilan-ktrampilan fisik
2.      Tujuan pendidikan rohani
Meningkatkan jiwa dari kesetiaan yang hanya kepada allah SWT semata dan melaksanakan moralitas yang ditaladani oleh Nabi SAW.
3.      Tijuan pendidikan akal
Pengarahan inteligensi untuk menemukan kebenaran sebab-sebabnya dengan talaah tanda-tanda kekuasaan allah dan menemukan pesan-pesan ayatnya yang berimplikasi kepada peningkatan iman kepada sang pencipta.
4.      Tujuan pendidikan sosial.
5.      Tujuan pendidikan sosial adalah pembentukan kepribadian yang utuh yang menjadi bagian komonitas sosial.

 




                                                       BAB III
                                     SIMPULAN DAN PENUTUP

A. Simpulan
       Tujuan pendidikan Islam adalah suatu yang diharapkan tercapai setelah proses pendidikan berakhir. Tujuan ini diklasifikasikan kepada : tujuan umum, sementara, akhir dan operasional.
       Pendidikan menurut Zakiah Darajat, adalah sesuatu tujuan, yang diharapkan tercapai setelah suatu usaha atau kegiatan selesai. Sedangkan menurut H.M. Arifin, tujuan itu bisa jadi menunjukkan kepada futuritas yang terletak pada suatu jarak tertentu yang tidak dapat dicapai keculi dengan usaha melalui proses tertentu.As Syaibany, bahwa istilah tujuan dan ramalan mempunyai pengertian yang berbeda. Tujuan adalah sesuatu yang hendak dicapai oleh institusi pendidikan, sedangkan ramalan adalah sesuatu yang diharapkan terjadinyaoleh institusi pendidikan.
       Abu Achmad mengatakan bahwa tahap-tahap tujuan pendidikan Islam meliputi :
(1) Tujuan tertinggi/Terakhir,
(2) Tujuan Umum,
(3) Tujuan Khusus,
(4)TujuanSementara.

Formulasi tujuan pendidikan Islam itu meliputi empat hal, yaitu
1) tujuan jasmaniah (ahdaf al jismiyyah),
(2) tujuan rohaniah (ahdaf al Ruhiyyah),
(3) tujuan akal (ahdaf al Aqliyyah),
(4)  tujuan   sosial(ahdafal-Ijtima’iyyah).

B. Penutup           
       
Demikian makalah yang kami buat, semoga bermanfaat bagi kita semua dan menambah pengetahuan kita tentang dasar-dasar pendidikan Islam, dan tentunya makalah yang kami buat jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kritik dan saran dari teman-teman sangat dan sungguh kami harapkan. Terima kasih 
                                                            
                                                            DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu, Didaktik Metodik,Semarang: CV. Toha Putra, 1975.
Arifin, Ahmad,Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam,Bandunng Remaja Rosda Karya, 1994, Cet. Ke-2
Arifin, Imran, Kepemimpinan Kiyai: Jakarta : Kalima Sahada Press, 1993Cet.1
Achmad, Abu, Islam Sebagai Paradigma Ilmu Pendidikan Yogyakarta, Aditya Media, 1992.
Abd. Ar Rahman, al Nahlawy, Usus at Tarbiyah al Islamiyah, wa thuruq Tadirisiha Damaskus: Daral Nahdhah al Arabiyah. 1965
Abdullah, Abdurrahman Saleh, Teori teori Pendidikan Berdasarkan al Quran. Jakarta, Rineka Cipta, 1990).
Athiyah M. al Abrasyi, Al Tarbiyah Al Islamiyah wa Falsafatuha Qahirah: al Babi al Halabi 1969).
Lengkulung, Hasan, Manusia dan Pendidikan, Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan, Jakarta,Pustaka Al Husna, 1989).


[1] Departemen pendidikan dan kebudayaan,kamus besar bahasa indonesia ( jakarta:Balai Pustaka,1995), Edisi ke-2,cet,ke-4,h.1077
[2] Zakiyah Daradjat, dkk.,Ilmu Pendidikan Islam,(jakarta:bumi aksaradan Departemen Agama RI,1992),Cet.Ke-2,h.29
[3] H.M.Arifin,Ilmu Pendidikan Islam,(Jakarta: Bumi Aksara,1991) cet,1.h.224.
[4] Ahmad D.Marimba, pengantar filsafat pendidikan, ( Bandung: al-Ma’arif,1989 ),h.45-46
                                                                                                                    
[5] Hasan Langgulung, Manusia dan Pendidikan, Pustaka Al-Husna, Jakarta, 1986, hal. 57
[6] Al-Qur’an, Surat Adz-Dzariyat Ayat 56, Yayasan Penyelenggara Penerjemah Penafsiran Al-Qur’an, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Departemen Agama RI, 1989, hal. 862.
[7] Hasan Langgulung, Manusia dan Pendidikan, ., hal. 59.

[8] Ibid, hal. 61.
[9] Ibid, hal 61-62.

[10] Hasan Langgulung, Manusia dan Pendidikan, Op. Cit., hal 63.

[11] Abdurrahman Saleh Abdullah,Tori-teori pendidikan berdasarkan al-quran(terj),H.M.Arifin dan Zainuddin,(jakarta:Bumi Aksara)
[12] Zainudin dkk.,seluk beluk pendidikan dari Al- Ghazali,(jakarta:Bumi Aksara,1991)Cet,1.h,49
[13] Omar Mohammad Al-Toumy AL-Syaibany,(terj)Hasan Langulung, falsafah Pendidikan Islam,(jakarta:Bbulan Biintang,1979,h.399)


[14] Achmadi,konsep pendidikan islam,(bandung,remaja rosdakarya) hal. 64
[15] Omar Mohammad Al-Toumy AL-Syaibany,(terj)Hasan Langulung, falsafah Pendidikan Islam,(jakarta:bulan bintang) h.120
[16] Abd al-rahman shaleh abd allah,teori-teori pendidikan berdasarkan al-quran,terj.Arifin HM,Judul asli: Educational Theory:a qur’ani outlook.(jakarta:rineka cipta,1991),h.138-153

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar